Jumat, 24 Januari 2014

PRAKTEK INDUSTRI DI PT. KEMANG FOOD INDUSTRIES


            A. Sejarah Perusahaan
`              PT. KEMFOOD (Kemang Food Industries) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan daging yang modal awalnya berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan pemegang saham tunggal PT. Boga Catur Rata. Pada mulanya tahun 1970 Bapak Bob Sadino sebagai perintis perusahaan memulai usahanya sebagai peternak ayam petelur. Telur – telur yang dihasilkan  dipasarkan sendiri   dari pintu ke pintu (door to door). Dengan konsumen utamanya adalah orang asing yang tinggal di kawasan Villa Dorp Kemang Raya Jakarta Selatan.
                Setelah beberapa lama memasarkan produknya, Bapak Bob Sadino mendapat informasi tentang kebutuhan orang-orang asing akan makanan hasil olah daging, yang pada saat itu merupakan barang impor dan tersedia dalam jumlah terbatas. Dengan adanya informasi tersebut muncullah ide Bapak Bob Sadino untuk memproduksi daging olah khususnya sosis sapi secara kecil-kecilan. Pada saat itu mesin yang digunakan masih sangat sederhana yaitu menggunakan mesin penggiling daging yang dioperasikan secara manual dan saat itu tahap produksi yang dilakukan dalam tahap percobaan. Ternyata hasil produksinya mendapat tanggapan yang positif dari para konsumen, sehingga usahanya tersebut semakin lama semakin berkembang. Untuk meningkatkan usaha penjualannya Bapak Bob Sadino mencoba mendirikan sebuah supermarket kecil yang dinamakan Kemchick.
                Semakin lama permintaan akan daging olah terutama sosis semakin meningkat jumlahnya, hal ini disebabkan karena semakin banyak konsumen yang menyukai produk olahan daging termasuk masyarakat pribumi. Konsumen yang menyukai produk yang dihasilkan bukan hanya berada di wilayah Kemang tetapi sampai ke seluruh wilayah Jakarta. Akhirnya pada tanggal 16 Januari 1975 Bapak Bob Sadino mengambil keputusan untuk mendirikan pabrik sosis dengan kuantitas yang semakin besar di kawasan Kemang dihadapan Notaris Abdul Latief dengan nomor 38. Letak pabriknya tepat di jalan Villa Dorp Kemang Raya Jakarta Selatan dan diberi nama PT. Kemang Food Industries. Sejak saat itu usaha memproduksi sosisnya diubah menjadi skala besar dengan menggunakan mesin- mesin yang lebih canggih, organisasi perusahaan, peningkatan kualitas, dan penambahan jenis produk.
                Dengan adanya peraturan pemerintah DKI Jakarta yang melarang daerah Kemang menjadi daerah kawasan industri maka PT. KEMFOOD pindah ke kawasan industri Pulo Gadung tepatnya di jalan Pulo Kambing No. 11. Di kawasan tersebut PT. KEMFOOD menempati areal seluas 5000m2. Dan pada tahun 1978 setelah proses pembangunan gedung dan perlengkapan seluas 3000m2 telah selesai maka PT. KEMFOOD resmi pindah. PT. KEMFOOD disahkan  oleh Menteri Kehakiman RI pada tanggal 30 Oktober 1979 dengan nomor 87.

B. Pengawasan Mutu ( QUALITY CONTROL)
Pengujian kualitas produk akhir meliputi warna, bau dan rasa normal sesuai selera konsumen, ukuran dan berat masing-masing produk seesuai standar, kemasan produk tidak bocor, label pada kemasan terpasang dengan tepat, dilakukan analisa mikrobiologi yang meliputi pengujian TPC (Total Plate Count), E. Coli (golongan Coliform). Produk tersebut kemudian disimpan di dalam gudang baik gudang chiller maupun gudang  frozen. Yang diamati adalah apakah terjadi kerusakan secara fisik seperti terjadinya lender dan kebocoran kemasan dll.
Pengawasan yang dilakukan dalam gudang antara lain :
1.       Penumpukan tidak boleh terlalu banyak maupun terlalu tinggi (maksimal 5 pack untuk kemasan 1.0 Kg, 10 pack untuk kemasan retail pack Hal ini dilakukan agar kerusakan dapat diatasi dan sirkulasi udara dingin dapat lebih merata.
2.       Penumpukan harus rapi dan teratur agar ruangan-ruangan dapat memuat produk sesuai dengan kapasitasnya. Setiap tumpukan terdiri dari 1 jenis produk sehingga akan memudahkan dalam pengambilannya.
3.       Suhu dan kelembaban ruangan harus selalu terkontrol.
4.       Waktu penyimpanan harus diketahui
5.       Cara pengambilan dilakukan dengan system FIFO (First In First Out).
Produk yang mengalami kerusakan digolongkan menjadi 3 macam yaitu :
1.       Produk Repack
Yaitu hanya mengalami kerusakan kemasan (bocor, kemasan tidak rapi, dll) tetapi produk tidak mengalami kerusakan. Produk yang mengalami kerusakan kemasan ini biasanya berair. Penanganan yang dilakukan adalah dengan mengganti kemasan yang bocor dengan kemasan yang baru dan sebelumnya produk dicelupkan dalam larutan desinfectan (food grade).

2.       Produk Rework
Yaitu produk yang mengalami kerusakan tapi masih bisa diproduksi lagi. Produk dikatakan rework bila tidak memmenuhi standar berat dan panjang, ukuran tidak seragam, warna tidak merata, cacat, berair tetapi masih utuh dan dapat diproduksi lagi (belum ada perubahan rasa).
3.       Produk Out (Rusak parah)
Yaitu produk yang mengalami kerusakan dan tidak bisa dikonsumsi lagi sehingga harus dibuang. Produk dikatakan out bila produk busuk, berbau dan berasa asam serta berlendir atau berjamur. Penanganan yang dilakukan adalah dengan membuang produk tersebut dan digolongkan dalam limbah padat. 

                             C. PENGOLAHAN LIMBAH

          Limbah merupakan bahan yang dihasilkan oleh suatu industri atau pabrik selain produk utama. Penanganan yang dilakukan mencakup pengolahan dan pemantauan lingkungan perusahaan. Pengelolaan lingkungan dimaksudkan untuk mengendalikan system pengelolaan limbah sisa produksi dengan baik dan benar sehingga limbah tersebut tidak berbahaya dan tidak berpengaruh buruk bagi masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan. Limbah yang dihasilkan PT. KEMFOOD digolongkan menjadi 3 macam yaitu :
1.       Limbah Padat
Limbah padat yang dihasilkan berupa sisa-sisa potongan daging, plastic dan kardus bekas pengemas daging dan bahan lain. Penanganan yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan limbah tersebut ke dalam keranjang sampah yang telah disediakan di ruang produksi.
Limbah-limbah tersebut kemudian dipisahkan menurut jenisnya.dan  dikumpulkan menjadi satu pada tempat sampah yang terletak di halaman depan dan akan diambil oleh petugas dari Dinas Kebersihan.

2.       Limbah Cair
Limbah cair yang dihasilkan berasal dari sisa-sisa cairan pada saat proses berlangsung dan air bekas cucian mesin atau peralatan dan lantai. Penangan yang dilakukan untuk menangani limbah cair tersebut adalah dengan mengolah limbah tersebut menggunakan Lumpur aktif yang hasilnya berupa air bersih untuk kolam ikan. Adapun proses penanganannya adalah :
a.       Limbah cair yang berasal dari ruang produksi dialirkan melalui lubang-lubang pembuangan yang dilengkapi dengan ember yang telah dilubangi agar air bisa lolos dan limbah padat yang berukuran bear akan tersaring. Limbah cair dan padat yang berukuran kecil dialirkan melalui selokan-selokan ke bak pengontrol.
b.      Pada bak pengontrol, limah padat yang berukuran kecil diendapkan dan limbah cairnya akan ditampung. Di atas bak pengontrol diletakkan saringan yang mempunyai lubang dengan diameter kecil. Tujuannya untuk menyaring limbah padat yang tidak tersaring atau yang lolos pada saringan ember. Air dalam bak pengontrol kemudian ditambahkan NaOH dan diaduk. Penambahan NaOH bertujuan untuk mengatur pH menjadi 8-9 dengan tujuan agar Lumpur aktiv (sludge) dapat bekerja aktif.
c.       Dari bak penampung cairan limbah kemudian dialirkan melalui pipa mesin penyedot ke tangki I dan II. Tangki ini mempunyai fungsi yang sama yaitu tempat aerasi dan pengendapan. Pada tangki tersebut juga ditambahkan lumpur aktif sebanyak 30% dari volume tangki yang mengandung bakteri pengurai sehingga mempercepat proses pengendapan. Pada tangki ini juga terjadi pengadukan dengan cara memberikan aerasi yang dipompakan dari mesin kompresor sehingga bakteri pengurai dapat bekerja secara efektif. Proses pengendapan ini membutuhkan waktu 4-5 jam.
d.      Dari tangki I dan II limbah cair yang agak jernih dialirkan ke tangki III yang berfungsi untuk mengendapkan sisa lumpur yang masih terbawa air dari tangki I dan II.
e.      Setelah dari tangki III limbah dialirkan ke tangki IV yang berisi arang aktif, kerikil dan pasir sebagai penyaring  kotoran yang halus dan tidak terlihat serta untuk menyaring bau. Air yang keluar dari tangki ini sudah jernih dan dialirkan ke kolam ikan yang berfungsi sebagai indicator kebersihan limbah. Dan akhirnya akan keluar ke selokan indicator kebersihan limbah. Dan akhirnya akan keluar ke selokan indicator kebersihan limbah. Dan akhirnya akan keluar ke selokan-selokan sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan. Pemantauan limbah dilakukan setiap hari meliputi kadar DO, COD, dan pH untuk mengetahui apakah air limbah tersebut layak untuk dibuang. Adapun laporannya dapat dilihat pada lampiran 11.. Untuk lebih jelasnya proses penanganan limbah cair dampat dilihat pada gambar di bawah ini.

                              


                        D. HRD DAN TENAGA KERJA

Karyawan perusahaan PT. KEMFOOD digolongkan atas karyawan tetap dan karyawan kontrak, yaitu karyawan yang telah terikat hubungan kerja dengan perusahaan atasa dasar paruh waktu.
Hari kerja di perusahaan adalah 6 hari dalam satu minggu dengan 7 jam kerja per hari kecuali hari Sabtu. Lebih dari jam kerja dihitung sebagai kerja lembur dengan pemberian upah sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain mendapat gaji, karyawan juga mendapatkan fasilitas tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya, pakaian seragam dan perlengkapan kerja yang wajib dipakai pada waktu kerja serta mendapat makan siang untuk semua karyawan.
Jumlah karyawan pada akhir Desember 2013 adalah sebanyak 395 orang dengan jumlah karyawan pria sebanyak 311 orang dan karyawan wanita sebanyak 84 orang.Tingkat pendidikan karyawan bervariasi, yaitu untuk karyawan yang tingkat pendidikannya Perguruan Tinggi, tingkat SLTA,SLTP,dan karyawan outsourching rata-rata adalah tingkat SMA/SMK/Sederajat.
Penerimaan karyawan baru untuk setiap divisi yang membutuhkan diperoleh dari lamaran-lamaran yang masuk atau pemberitahuan karyawan lama. Sebelum menjadi karyawan tetap pada perusahaan tersebut terlebih dulu calon karyawan melewati serangkaian tes oleh perusahaan terutama oleh bagian personalia.
Adapun pengangkatan menjadi karyawan tetap berdasarkan pada tingkat pendidikan dan tingkat laku selama masa percobaan. Sementara untuk karyawan golongan staf dan yang berhubungan dengan pengambilan keputusan, penerimaan dilakukan lebih selektif lagi dimana penilaian dilakukan oleh seluruh kepala divisi yang ada serta kepala direksi.
  

E. PRODUK HASIL OLAH DAN SARARAN PASAR
 
           Produk hasil olahan di PT. KEMANG FOOD adalah sosis sapi dan sosis ayam (produkutama) dan ada produk lain seperti,kebab,burger,smoke beef,bakso,pastrami,serta masih banyak lagi,yang kesemuanya adalah produk olahan daging.
           Sasaran pasarnya adalah dipasarkan ke supermarket supermarket di kota-kota besar di indonesia.

                         CONTOH PRODUK PT. KEMANG FOOD INDUSTRIES

                                                                       baso sapi Villa
                                                                      baso sapi Yangini
                                                                        Beef Burger villa
                                                                          beef sosis villa
                                                                        burger sapi chief's
                                                                       chicken burger villa
                                                                      cooked chicken villa
                                                                      Beef Frank Kemchiks

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Free Music Sites
Free Music Online

free music at divine-music.info

Blogroll

About