PRAKTEK INDUSTRI DI PT.
KEMANG FOOD INDUSTRIES
A. Sejarah Perusahaan
` PT.
KEMFOOD (Kemang Food Industries) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak
dalam bidang pengolahan daging yang modal awalnya berasal dari Penanaman Modal
Dalam Negeri (PMDN) dengan pemegang saham tunggal PT. Boga Catur Rata. Pada
mulanya tahun 1970 Bapak Bob Sadino sebagai perintis perusahaan memulai
usahanya sebagai peternak ayam petelur. Telur – telur yang dihasilkan dipasarkan sendiri dari pintu ke pintu (door to door). Dengan konsumen utamanya adalah orang asing yang tinggal di kawasan Villa Dorp
Kemang Raya Jakarta Selatan.
Setelah beberapa lama memasarkan
produknya, Bapak Bob Sadino mendapat informasi tentang kebutuhan orang-orang asing
akan makanan hasil olah daging, yang pada saat itu merupakan barang impor dan
tersedia dalam jumlah terbatas. Dengan adanya informasi tersebut muncullah ide
Bapak Bob Sadino untuk memproduksi daging olah khususnya sosis sapi secara
kecil-kecilan. Pada saat itu mesin yang digunakan masih sangat sederhana yaitu
menggunakan mesin penggiling daging yang dioperasikan secara manual dan saat
itu tahap produksi yang dilakukan dalam tahap percobaan. Ternyata hasil
produksinya mendapat tanggapan yang positif dari para konsumen, sehingga
usahanya tersebut semakin lama semakin berkembang. Untuk meningkatkan usaha
penjualannya Bapak Bob Sadino mencoba mendirikan sebuah supermarket kecil yang
dinamakan Kemchick.
Semakin lama permintaan akan
daging olah terutama sosis semakin meningkat jumlahnya, hal ini disebabkan
karena semakin banyak konsumen yang menyukai produk olahan daging termasuk
masyarakat pribumi. Konsumen yang menyukai produk yang dihasilkan bukan hanya
berada di wilayah Kemang tetapi sampai ke seluruh wilayah Jakarta. Akhirnya pada tanggal 16 Januari
1975 Bapak Bob Sadino mengambil keputusan untuk mendirikan pabrik sosis dengan
kuantitas yang semakin besar di kawasan Kemang dihadapan Notaris Abdul Latief
dengan nomor 38. Letak pabriknya tepat di jalan Villa Dorp Kemang Raya Jakarta
Selatan dan diberi nama PT. Kemang Food Industries. Sejak saat itu usaha
memproduksi sosisnya diubah menjadi skala besar dengan menggunakan mesin- mesin
yang lebih canggih, organisasi perusahaan, peningkatan kualitas, dan penambahan
jenis produk.
Dengan adanya peraturan
pemerintah DKI Jakarta yang melarang daerah Kemang menjadi daerah kawasan
industri maka PT. KEMFOOD pindah ke kawasan industri Pulo Gadung tepatnya di
jalan Pulo Kambing No. 11. Di kawasan tersebut PT. KEMFOOD menempati areal
seluas 5000m2. Dan pada tahun 1978 setelah proses pembangunan gedung
dan perlengkapan seluas 3000m2 telah selesai maka PT. KEMFOOD resmi
pindah. PT. KEMFOOD disahkan oleh
Menteri Kehakiman RI pada tanggal 30 Oktober 1979 dengan nomor 87.
B. Pengawasan Mutu ( QUALITY CONTROL)
Pengujian kualitas produk akhir
meliputi warna, bau dan rasa normal sesuai selera konsumen, ukuran dan berat
masing-masing produk seesuai standar, kemasan produk tidak bocor, label pada
kemasan terpasang dengan tepat, dilakukan analisa mikrobiologi yang meliputi
pengujian TPC (Total Plate Count), E. Coli (golongan Coliform). Produk tersebut kemudian disimpan di dalam gudang baik
gudang chiller maupun gudang frozen. Yang diamati adalah apakah terjadi
kerusakan secara fisik seperti terjadinya lender dan kebocoran kemasan dll.
Pengawasan yang dilakukan dalam
gudang antara lain :
1.
Penumpukan tidak boleh terlalu banyak maupun
terlalu tinggi (maksimal 5 pack untuk kemasan 1.0 Kg, 10 pack untuk kemasan
retail pack Hal ini dilakukan agar kerusakan dapat diatasi dan sirkulasi udara
dingin dapat lebih merata.
2.
Penumpukan harus rapi dan teratur agar
ruangan-ruangan dapat memuat produk sesuai dengan kapasitasnya. Setiap tumpukan
terdiri dari 1 jenis produk sehingga akan memudahkan dalam pengambilannya.
3. Suhu dan kelembaban ruangan harus
selalu terkontrol.
4.
Waktu penyimpanan harus diketahui
5.
Cara pengambilan dilakukan dengan system FIFO (First In First Out).
Produk yang mengalami kerusakan digolongkan
menjadi 3 macam yaitu :
1.
Produk Repack
Yaitu hanya mengalami kerusakan
kemasan (bocor, kemasan tidak rapi, dll) tetapi produk tidak mengalami
kerusakan. Produk yang mengalami kerusakan kemasan ini biasanya berair.
Penanganan yang dilakukan adalah dengan mengganti kemasan yang bocor dengan
kemasan yang baru dan sebelumnya produk dicelupkan dalam larutan desinfectan (food grade).
2.
Produk Rework
Yaitu produk yang mengalami kerusakan
tapi masih bisa diproduksi lagi. Produk dikatakan rework bila tidak memmenuhi standar berat dan panjang, ukuran tidak
seragam, warna tidak merata, cacat, berair tetapi masih utuh dan dapat
diproduksi lagi (belum ada perubahan rasa).
3.
Produk Out
(Rusak parah)
Yaitu produk yang mengalami kerusakan dan tidak
bisa dikonsumsi lagi sehingga harus dibuang. Produk dikatakan out bila
produk busuk, berbau dan berasa asam serta berlendir atau berjamur. Penanganan
yang dilakukan adalah dengan membuang produk tersebut dan digolongkan dalam
limbah padat.
C. PENGOLAHAN LIMBAH
Limbah merupakan bahan yang dihasilkan oleh suatu
industri atau pabrik selain produk utama. Penanganan yang dilakukan mencakup
pengolahan dan pemantauan lingkungan perusahaan. Pengelolaan lingkungan
dimaksudkan untuk mengendalikan system pengelolaan limbah sisa produksi dengan
baik dan benar sehingga limbah tersebut tidak berbahaya dan tidak berpengaruh
buruk bagi masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan. Limbah yang dihasilkan
PT. KEMFOOD digolongkan menjadi 3 macam yaitu :
1.
Limbah Padat
Limbah padat yang dihasilkan berupa sisa-sisa
potongan daging, plastic dan kardus bekas pengemas daging dan bahan lain.
Penanganan yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan limbah tersebut ke dalam
keranjang sampah yang telah disediakan di ruang produksi.
Limbah-limbah tersebut kemudian dipisahkan
menurut jenisnya.dan dikumpulkan menjadi
satu pada tempat sampah yang terletak di halaman depan dan akan diambil oleh
petugas dari Dinas Kebersihan.
2.
Limbah Cair
Limbah cair yang dihasilkan berasal dari
sisa-sisa cairan pada saat proses berlangsung dan air bekas cucian mesin atau
peralatan dan lantai. Penangan yang dilakukan untuk menangani limbah cair
tersebut adalah dengan mengolah limbah tersebut menggunakan Lumpur aktif yang
hasilnya berupa air bersih untuk kolam ikan. Adapun proses penanganannya adalah
:
a.
Limbah cair yang berasal dari ruang produksi
dialirkan melalui lubang-lubang pembuangan yang dilengkapi dengan ember yang
telah dilubangi agar air bisa lolos dan limbah padat yang berukuran bear akan
tersaring. Limbah cair dan padat yang berukuran kecil dialirkan melalui
selokan-selokan ke bak pengontrol.
b.
Pada bak pengontrol, limah padat yang berukuran
kecil diendapkan dan limbah cairnya akan ditampung. Di atas bak pengontrol
diletakkan saringan yang mempunyai lubang dengan diameter kecil. Tujuannya
untuk menyaring limbah padat yang tidak tersaring atau yang lolos pada saringan
ember. Air dalam bak pengontrol kemudian ditambahkan NaOH dan diaduk.
Penambahan NaOH bertujuan untuk mengatur pH menjadi 8-9 dengan tujuan agar
Lumpur aktiv (sludge) dapat bekerja
aktif.
c.
Dari bak penampung cairan limbah kemudian
dialirkan melalui pipa mesin penyedot ke tangki I dan II. Tangki ini mempunyai fungsi yang sama yaitu
tempat aerasi dan pengendapan. Pada tangki tersebut juga ditambahkan lumpur
aktif sebanyak 30% dari volume tangki yang mengandung bakteri pengurai sehingga
mempercepat proses pengendapan. Pada tangki ini juga terjadi pengadukan dengan
cara memberikan aerasi yang dipompakan dari mesin kompresor sehingga bakteri
pengurai dapat bekerja secara efektif. Proses pengendapan ini
membutuhkan waktu 4-5 jam.
d.
Dari tangki I dan II limbah cair yang agak
jernih dialirkan ke tangki III yang berfungsi untuk mengendapkan sisa lumpur
yang masih terbawa air dari tangki I dan II.
e.
Setelah dari tangki III limbah dialirkan ke
tangki IV yang berisi arang aktif, kerikil dan pasir sebagai penyaring kotoran yang halus dan tidak terlihat serta
untuk menyaring bau. Air yang keluar dari tangki ini sudah jernih dan dialirkan
ke kolam ikan yang berfungsi sebagai indicator kebersihan limbah. Dan akhirnya
akan keluar ke selokan indicator kebersihan limbah. Dan akhirnya akan keluar ke
selokan indicator kebersihan limbah. Dan akhirnya akan keluar ke
selokan-selokan sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan. Pemantauan limbah
dilakukan setiap hari meliputi kadar DO, COD, dan pH untuk mengetahui apakah
air limbah tersebut layak untuk dibuang. Adapun laporannya dapat dilihat pada
lampiran 11.. Untuk lebih jelasnya proses penanganan limbah cair dampat dilihat
pada gambar di bawah ini.
D. HRD DAN TENAGA KERJA
Karyawan perusahaan PT. KEMFOOD digolongkan atas karyawan
tetap dan karyawan kontrak, yaitu karyawan yang telah terikat hubungan kerja
dengan perusahaan atasa dasar paruh waktu.
Hari kerja di perusahaan adalah 6 hari dalam satu minggu
dengan 7 jam kerja per hari kecuali hari Sabtu. Lebih dari jam kerja dihitung
sebagai kerja lembur dengan pemberian upah sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain mendapat gaji, karyawan juga mendapatkan fasilitas
tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya, pakaian seragam dan perlengkapan
kerja yang wajib dipakai pada waktu kerja serta mendapat makan siang untuk
semua karyawan.
Jumlah karyawan pada akhir Desember 2013 adalah sebanyak 395 orang dengan jumlah karyawan pria
sebanyak 311 orang dan karyawan
wanita sebanyak 84 orang.Tingkat
pendidikan karyawan bervariasi, yaitu untuk karyawan yang tingkat pendidikannya
Perguruan Tinggi, tingkat SLTA,SLTP,dan
karyawan outsourching rata-rata adalah tingkat SMA/SMK/Sederajat.
Penerimaan
karyawan baru untuk setiap divisi yang membutuhkan diperoleh dari
lamaran-lamaran yang masuk atau pemberitahuan karyawan lama. Sebelum menjadi
karyawan tetap pada perusahaan tersebut terlebih dulu calon karyawan melewati
serangkaian tes oleh perusahaan terutama oleh bagian personalia.
Adapun
pengangkatan menjadi karyawan tetap berdasarkan pada tingkat pendidikan dan
tingkat laku selama masa percobaan. Sementara untuk karyawan golongan staf dan
yang berhubungan dengan pengambilan keputusan, penerimaan dilakukan lebih
selektif lagi dimana penilaian dilakukan oleh seluruh kepala divisi yang ada
serta kepala direksi.
E. PRODUK HASIL OLAH DAN SARARAN PASAR
Produk hasil olahan di PT. KEMANG FOOD adalah sosis sapi dan sosis ayam (produkutama) dan ada produk lain seperti,kebab,burger,smoke beef,bakso,pastrami,serta masih banyak lagi,yang kesemuanya adalah produk olahan daging.
Sasaran pasarnya adalah dipasarkan ke supermarket supermarket di kota-kota besar di indonesia.
CONTOH PRODUK PT. KEMANG FOOD INDUSTRIES
baso sapi Yangini
Beef Burger villa
beef sosis villa
burger sapi chief's
chicken burger villa
cooked chicken villa
Beef Frank Kemchiks






Tidak ada komentar:
Posting Komentar